Edukasi Perawatan Luka Operasi
Panduan SIBEDAH untuk membersihkan luka operasi di rumah, mengenali tanda infeksi, menjaga pemulihan, dan melakukan kontrol tepat waktu.
Informasi Utama
Cara membersihkan luka operasi
Siapkan air bersih mengalir atau NaCl 0,9%, kasa steril, plester, sarung tangan, gunting, sabun atau hand sanitizer, serta kantong sampah kecil.
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan, lalu gunakan sarung tangan bersih.
Lepaskan plester secara perlahan. Jika kasa menempel, basahi dengan NaCl agar lebih mudah dilepas.
Bersihkan luka memakai kasa steril yang dibasahi NaCl 0,9%. Gunakan satu kasa untuk satu usapan, dari bagian dalam luka ke arah luar.
Perhatikan tanda-tanda infeksi saat membersihkan luka.
Ganti sarung tangan, lalu keringkan luka dengan kasa steril secara perlahan tanpa digosok.
Tutup luka menggunakan kasa steril kering dan plester agar balutan tidak mudah lepas.
Segera cari pertolongan bila muncul tanda infeksi
Nanah atau cairan berwarna kuning-hijau.
Nyeri bertambah, bau tidak sedap, bengkak, atau kemerahan di sekitar luka.
Demam lebih dari 38°C.
Luka tidak membaik atau ada garis kemerahan yang menjalar dari luka.
Yang dianjurkan selama pemulihan
Konsumsi makanan tinggi protein seperti telur, ikan, dan daging.
Minum 8-10 gelas per hari bila tidak ada pembatasan cairan dari tenaga kesehatan.
Cukup istirahat dan bergerak secara bertahap.
Jaga balutan tetap kering dan kontrol sesuai jadwal tenaga kesehatan.
Jadwal kontrol umum
Luka pascaoperasi biasanya dikontrol pada hari ke-3 sampai ke-7. Pelepasan jahitan umumnya dilakukan pada hari ke-7 sampai ke-14 sesuai lokasi dan penilaian tenaga kesehatan.
Penyusun leaflet: Fatiha Izza Tuslamia, Perawat Ruangan Mahalona 2, RSUD I Lagaligo.
Video Edukasi
Lampiran dan Media
Materi terkait
Informasi lain dalam topik Pascaoperasi.